The State University of Surabaya

For further information, please visit www.unesa.ac.id

Surah Al-Ashr : 2

Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi

RAHIL LA SALEH

Kadang masalah adalah sahabat terbaikmu. Mereka membuatmu jadi lebih kuat, dan menempatkan Tuhan di sisimu yg paling dekat

Thomas Alfa Edison

Jangan kecewa apabila hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan, Percaya bahwa semuanya adalah kesuksesan, bukan kegagalan. Mengapa saya punya banyak kesuksesan? saya tahu banyak usaha yang gagal.

Blogroll

Kamis, 27 Desember 2012

Cerita Motivasi Kerja : Kisah Si Penebang Pohon


Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. 
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. 
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”. 
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi. 

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?” 
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang. 

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. 
Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak. 
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Penulis : Andrie Wongso

Rabu, 26 Desember 2012

MOTIVASI


Keseimbangan Hidup


Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"


Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"
Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".
"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".


PENDIDIKAN KARAKTER

Realisasi Pendidikan Karakter Sulit karena Minim Teladan
Penulis : Ninok Leksono | Rabu, 26 Desember 2012 | 10:03 WIB




SEMARANG, KOMPAS.com - Banyak kalangan menyadari bahwa intoleransi dan sikap-sikap buruk lain yang tidak konstruktif bagi persatuan bangsa harus ditanggulangi. Caranya pun, termasuk yang melalui jalur pendidikan, telah banyak diketahui. Namun, hal itu tak mudah direalisasikan karena adanya sejumlah hambatan.


Benang merah itu muncul dari Seminar Nasional Pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 50 Tahun Keluarga Eks Kolese Loyola (KEKL) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/12). Acara yang didukung Kompas dan Penerbit Kanisius ini menampilkan tiga pembicara, yakni Rm Mudji Sutrisno dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta; Rm Paul Suparno dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta; dan Edmund Sutisna, alumnus yang berkiprah di Yayasan Pendidikan Jaya, Jakarta. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang dijadwalkan tampil sebagai pembicara kunci berhalangan dan diwakili Staf Khusus Alex Wijoyo.

Di satu sisi Indonesia sangat membutuhkan sejumlah karakter untuk menjadi kokoh dan maju, antara lain multikultural, menghargai pribadi manusia, adil, jujur, disiplin, punya daya tahan, dan taat pada hukum. Yang pertama, terkait dengan kerisauan Mudji Sutrisno melihat gejala intoleransi yang akhir-akhir ini merajalela.

”Namun, upaya untuk menanggulanginya sulit karena kemajemukan sering dipandang sebagai ’sudah ada dari sononya’, hingga abai dirawat (taken for granted),” tutur Mudji.

Sementara menurut Paul, melalui pendidikan, siswa bisa diajarkan menghargai perbedaan melalui tinggal bersama dengan komunitas berbeda (live in), dan kemudian merefleksikannya. Namun, pendidikan untuk memajukan karakter lain seperti keadilan, kejujuran, taat pada hukum diakui juga tidak mudah. Hal ini karena ada sejumlah hambatan, misalnya saja karena kurangnya teladan tokoh masyarakat yang berkarakter baik (bahkan yang sering diberitakan adalah tokoh yang berkarakter kebalikan dari yang dibutuhkan).

Dalam acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin yang mewakili Wali Kota Semarang ini, Menteri Pertahanan menyatakan, penetapan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara meniscayakan keterlibatan bukan saja militer, melainkan juga nonmiliter untuk mewujudkan sistem pertahanan semesta. Yang dibutuhkan di sini adalah sosok pribadi yang terampil, disiplin, dan ulet. (nin)



KISAH ISLAMI



BEBAS DARI TUDUHAN MENCURI, SEORANG LELAKI KRISTEN PUTUSKAN UNTUK MASUK ISLAM

December 25, 2012 · by aan · in 







Minggu lalu, vonis bebas dari tuduhan mencuri yang diputuskan hakim pengadilan negeri kota Abha, Arab Saudi, menggerakkan hati seorang imigran India yang beragama Kristen untuk memeluk agama Islam.
Lelaki India yang tidak disebutkan namanya itu ditangkap aparat keamanan atas tuduhan pencurian yang dilaporkan oleh warga setempat. Dia lalu disidangkan di pengadilan negeri Abha. Setelah mempelajari berkas perkaranya, hakim tidak menemukan bukti apapun terkait tuduhan pencurian yang dialamatkan kepada dirinya, dan mengatakan bahwa tindakan orang yang melaporkannya ke kepolisian adalah tindakan yang sewenang-wenang.
Hakim memutuskan untuk membatalkan kasus ini dan memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari semua tuduhan karena tidak ditemukan bukti yang meyakinkan laporan penggugat.
Setelah persidangan berakhir dan pengunjung keluar dari ruang sidang, lelaki India itu meminta pegawai kantor pengadilan agar dirinya dipertemukan dengan hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap dirinya. Hakim pun keluar ruangan untuk menemuinya. Tak dinyana, dia mengutarakan keinginannya untuk memeluk agama Islam.
Lelaki India ini menuturkan, ketika menghadiri pengadilan dia yakin hakim akan menjatuhkan hukuman yang berat kepada dirinya. Namun, alangkah terkejutnya dia, ternyata sang hakim membebaskannya. Dia percaya bahwa vonis bebas ini mencerminkan sikap toleransi dan keadilan dalam agama Islam.
Sang hakim menanggapi keinginan lelaki India ini dan menuntunnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan pengunjung dan pengawai kantor pengadilan yang diliputi perasaan bahagia atas keislamannya.

BEM JURUSAN FISIKA 2012



Ketika saya masih sekolah menangah atas di SMAN 3 KARIMUN, saya sudah mulai mengikuti kegiatan OSIS. bagi saya organisasi merupakan bumbu dalam karir saya. tanpa organisasi ibarat nasi tanpa lauk. saya sangat senang bersosialisasi dengan sesama teman karena hakekatnya kita dilahirkan bukan sebagai makhluk individu tapi sebagai makhluk sosial. melalui organisasi banyak yang dapat saya peroleh salah satunya adalah softskill, mulai dari public speaking, manajemen diri dan orang lain dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. ketika saya menginjak perguruan tinggi saya bergabung di keluarga besar BEM Jurusan Fisika Unesa. di tahun pertama saya terpilih sebagai Staf Departemen Sumber Daya Mahasiswa (SDM) dan kemudian di tahun kedua berkat rahmat Allah SWT dan dukungan dari teman-teman Jurusan Fisika Unesa, saya dipilih menjadi Wakil Ketua BEM Jurusan Fisika Unesa 2012. inilah berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh keluarga besar Ormawa Jurusan Fisika Unesa selama tahun 2012 :


PORJUR ( PEKAN OLAH RAGA JURUSAN )
Program Kerja dari Departemen Bakat dan Minat ( BAKMI )







Rakor Formasi ( Rapat Koordinasi Forum Mahasiswa Fisika Jawa Timur )
Program Kerja Dari Departemen Hubungan Masyarakat ( HUMAS )
Untuk kegiatan yang lainnya menyusul ya . . .














Rabu, 28 November 2012

RIWAYAT PENDIDIKAN

Hallo saudara-sudaraku sekalian, perkenalan nama saya Rahil La Saleh, saya lahir di Mojokerto tanggal 8 juni 1991. mengawali karir saya di dunia pendidikan, saya mulai menginjak bangku sekolah ketika berumur 6 tahun di TK DHARMA WANITA Ds. Mlaten, Kec. Puri, Kab. Mojokerto. selama setahun saya mengecam pendidikan di TK tersebut dan selanjutnya melanjutkan ke jenjang sekolah dasar di SDN MLATEN II Ds. Mlaten, Kec. Puri, Kab. Mojokerto. Alhamdulillah saya bisa menempuh jenjang sekolah dasar dengan baik dan lulus tepat waktu. selama 6 tahun saya menempuh jenjang sekolah dasar dan selanjutnya saya melanjutkan ke jenjang sekolah menengah pertama di SMPN 1 Dlanggu Ds. Segunung, Kec. Dlanggu, Kab. Mojokerto. selama 3 tahun saya menempuh di sekolah tersebut dan lulus di tahun 2006 dengan nilai yang cukup baik bagi saya. setelah lulus SMP saya hijrah dari Mojokerto, Jawa Timur ke Tanjung Balai Karimun, Kep. Riau. dan saya baru mendaftar ke sekolah menengah atas di tahun ajaran 2007-2008. saya menempuh jenjang pendidikan sekolah menengah atas di SMAN 3 KARIMUN Kel. Parit Benut, Kec. Meral, Kab. Karimun, Kep. Riau. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan pendidikan saya dengan tepat waktu dan lulus di tahun 2010. dan setelah itu saya melanjutkan pendidikan saya di Jurusan Fisika Universitas Negeri Surabaya.

Link :
http://smpn1dlanggu.sch.id/
http://www.sman3-tbk.sch.id/
http://www.unesa.ac.id/


Jumat, 23 November 2012

AURORA

PROSES TERJADINYA AURORA


PERCIKAN matahari adalah kejadian alam yang alami, penyebabnya ada di inti matahari namun para ilmuan belum tahu apa yang menyebabkan itu terjadi.Percikan yang terjadi di permukaan matahari bahkan sampai menjauhi matahari.
Percikan ini jika ada di sekitar matahari berbentuk setengah lingkaran. Jika sudah menjauhi matahari bola api raksasa yang berasal dari matahari. Percikan ini bisa menjauhi matahari selama satu minggu sampai pada akhirnya benda itu menghilang. Percikan api terbesar yang sudah pernah tercatat dapat melampaui besar planet Jupiter. Sangat besarnya ukuran benda langit ini dapat menghancurkan bumi seisinya. Bola api raksasa ini jika mencapai bumi akan menyebabkan aurora pada kutub bumi.


Aurora ini terbentuk akibat panas dari bongkahan benda langit dari matahari ditolak oleh bagian kutub magnit bumi. Aurora ini memancar berwarna warni membentuk gambar tiga dimensi yang sangat indah. Namun jika bongkahan besar ini mencapai bumi panasnya bisa mencapai 70 derajat pada malam hari di atmosfir bumi. Efek dari percikan ini adalah satelit yang ada di angkasa bisa rusak, sambungan telepon putus dan kita tidak bisa mendapatkan arus listirk. Saat ini panas yang ada mencapai seribu kali dari panas awal. Ini dapat menyebabkan merkurius menjadi korban keganasannya dan kemudian venus. Tapi apakah bumi akan menjadi korban berikutnya? Bumi sepertinya tidak akan terkena dampaknya karena jarak bumi dan matahari sangat jauh dan semakin lama gaya grafitasi matahari akan semakin berkurang, ini akan menyebabkan bumi akan menjauh Dari matahari dan terbebas akan dampaknya.




Video terbentuknya Aurora 



Kamis, 22 November 2012

MANUSIA HIDUP MERUGI


     Hidup adalah masa antara kita dilahirkan dari perut ibu sampai kita mati dimasukkan ke dalam liang kubur (lahad). Lamanya masa hidup itu tidak sama, ada yang pendek dan ada yang panjang, tetapi rata-rata atau kebanyakan adalah antara 60 dan 70 tahun lamanya.

      Berbagai bagai keadaan manusia dalam masa hidupnya itu. Ada orang yang dilahirkan dari keluarga yang kaya, dari mulai lahir sampai matinya dalam keadaan senang, bahagia, tidak mengalami kesusahan dan kesulitan yang berarti begitu pula sebaliknya. Ada pula yang hidup memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi, terpandang, ternama, dengan kukuasaan besar dan di hormati serta sebaliknya.
     Satu pekara besar yang harus kita ingat dan sadari dalam meninjau berbagai bagai keadaan hidup dan kehidupan manusia itu, satu pekara besar yang harus kita pikirkan dan pelajari sedalam-dalamnya, ialah bahwa semua manusia yang hidup itu, dianggap oleh ALLAH dalam keadaan merugi, baik ia dalam keadaan kaya raya dan sebaliknya, baik dalam keadaan pintar ataupun sebaliknya.

            Perhatikan Firman ALLAH, Surah Al-‘Asri 1 - 3 :
Yang Artinya :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia ini dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih dan orang-orang yang berwasiat-wasiat tetang yang hak, dan berwaisat-wasiat tentang sabar.”

 Semua manusia siapa saja, di anggap ALLAH hidupnya merugi kecuali 4 macam manusia yaitu :

1.   Manusia yang hidupnya memiliki kesadaran tertinggi yang dinamakan “IMAN”, yaitu orang yang yakin bahwa di balik alam angkasa raya yang besar dan luas ini, ada “ZAT” yang maha besar dan maha kuasa, yang menciptakan dan mengendalikan alam ini seluruhnya. Dan bahwa di sana dibalik alam kehidupan yang nyata sekarang ini, ada lagi alam kehidupan yang lebih besar dan indah, yaitu kehidupan akhirat yang kekal dan abadi bagi setiap manusia. Siapa saja manusia yang meninggalkan dunia ini tanpa keimanan terhadap ALLAH dan kehidupan akhiratnya itu, akan terlunta-lunta menemui suatu alam yang tak dikenalnya, akhiratnya ia akan terjerumus masuk jurang dalam yang amat panas, yaitu neraka.

2.  Manusia yang hidupnya di samping untuk mencari makan dan minum, pula mengerjakan kebaikan (amal salih). Orang yang meninggalkan dunia ini tanpa amat yang salih, tanpa kebaikan, adalah orang yang amat merugi, sebab kehidupan di alam akhirat itu tidak ditentukan oleh harta kekayaan atau pengetahuan dan pangkat, tetapi ditentukan oleh amal salihnya. Sebab itu dipergunaknlah kehidupan yang tidak lama di dunia ini untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang baik sebanyak-banyaknya.

3.  Manusia yang hidupnya dipergunakan untuk menyampaikan dan menerangkan hak atau kebenaran untuk mempertahankan dan membela yang hak atau kebenaran. Kebenaran atau hak itu banyak sekali macam atau ragamnya. Semuanya harus kita bela, sekalipun dari mana saja asal dan datangnya. Tetapi ketahuilah, bahwa segala induk kebenaran yang berasal dari Sumber Kebenaran, yaitu ALLAH, yang diturunkan kepada Rasull-Nya Muhammad saw. Dengan perantaraan jibril. Yaitu Kitab Suci Al-Qur’an dan ajarannya yang bernama Agama Islam.

Mengajarkan dan menyampaikan kebenaran yang merupakan wahyu-wahyu ALLAH yang bernama Al-Qur’an kepada siapa saja, membela dan mempertahankannya dengan segala kemampuan yang ada adalah perbuatan terpenting dalam hidup. Tanpa ini di dunia ini hidupnya menjadi satu kehidupan yang merugi, penghidupan yang hampa belaka.

Firman ALLAH, Al-Qur’an surah Ad-Dukhan ayat 1 - 6 :
Yang Artinya :
“Haa Miim. Demi Kitab yang membawa penerangan (Al-Qur’an) ini, sesungguhnya Kami turunkan ia di malam yang pernuh berkah, sesungguhnya Kamitelah memberikan peringatan (ancaman). Dengannya telah dibedakan tiap-tiap perkara yang bijaksana Sebagai Rahmat dari Tuhanmu, karena hanya ialah yang Mendengar, yang Mengetahui”

Orang yang hidup di permukaan bumi ini, sekedar makan dan minum, dan bersenang-senang saja, tidak turut mendukung kebenaran ini, mengajarkan dan membelanya, adalah orang yang merugi, satu macam hidup yang kurang nilai dan artinya dalam pandangan ALLAH SWT.

4.  Manusia yang mempergunakan hidupnya untuk menyampaikan nasehat dan wasiat kepada orang lainj tentang kesabaran. Yang dimaksudkan dengan sabar atau kesabaran di sini, bukan hanya menghibur hati orang yang sedang susah atau sedih tetapi inilah ketetapan hati di dalam memegang ajaran ALLAh yang benar ini, jangan sampai dapat digoyangkan oleh apa dan siapa saja.

Tetapi di atas keyakinan Iman dan Islamnya. Sekalipun ketatapan di atas keyakinan ini akan menyebabkan penderitaan yang bagaimanapun hebatnya, sekalipun akan menyebabkan tewasnya.
Mempergunakan hidupnya yang tak lama di dunia ini untuk menyampaikan nasehat atau anjuran agar manusia tetap menjalankan segala perintah ALLAH yang berupakan ibadat-ibadat : Sholat, Zakat, Puasa, bertolong-tolongan dan lain-lain dan tetap di atas keimanan atas apa yang diajarkan ALLAH dengan perantaraan Kitab Suci-Nya Al-Qur’an, menjadikan hidup yang tak lama ini menjadi satu macam hidup yang berharga, menjadikan hidup ini tehindar dari kerugian.
Cobalah renungkan sedalam-dalamnya akan arti yang terkandung di dalam ayat-ayat ALLAh di atas. Renungkan dan fikirkan berulang-ulang, kenapa ALLAH mengatakan hidup manusia di dunia ini merugi, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran.
Sungguh beruntung sekali orang-orang yang dapat yang menangkap pengertian yang terkandung di dalamnya, dan sungguh merugi sekali orang-orang yang tidak dapat menangkapnya.Rugi orang yang tak punya keimanan dan keyakinan terhadap ALLAH, lebih rugi lagi bila di samping itu merasa beruntung, sehingga merasa bangga hidup tanpa keimanan dan kepercayaan.
Mudah-mudahan ALLAH SWT menjadikan hidup kita hidup yang beruntung, yang tak merugi yaitu satu macam hidup yang selalu kita isi dengan keimanan, amal yang salih, mengajarkan dan membela keteranan dan tetap di atas kebenaran ini. Amin.



Dikutip dari Buku
                Judul                   :  Mengenal Tuhan
                Karangan            :  H. Bey Arifin
                Penerbit              :  Pt. Bina Ilmu Surabaya

WRITING COMPETITION PERTAMINA 2012


PERTAMAX, MAHAL HARGANYA MULIA MANFAATNYA.

Sekilas  jika kita melihat kendaraan yang ada di jalan raya, kalau kita bandingkan antara mobil dan sepeda motor  pasti anda akan mengatakan bahwa pengendara sepeda motor lebih banyak dibandingkan yang memakai mobil atau yang lainnya.  Hal ini menunjukkan bahwa begitu tingginya pemakaian kendaraan pribadi di indonesia  dibandingkan dengan orang-orang  yang  menggunakan  jasa angkutan umum.  Inilah salah satu penyebab  mengapa di indonesia sering  terjadi  kemacetan, seperti yang terjadi di Jakarta, Surabaya dan di kota-kota besar lainnya. Selain kemacetan pemakaian kendaraan pribadi yang tinggi di jalan raya ini juga menyebabkan polusi udara yang sangat merugikan  kesehatan  kita. apalagi kebanyakan para pemakai kendaraan bermotor ini masih banyak yang menggunakan bahan bakar bensin jenis  premium untuk kendaraan pribadinya. Hal ini mungkin dikarenakan harga bensin jenis premium jauh lebih murah dibandingkan harga bensin jenis pertamax. Walaupun harga bensin jenis  pertamax jauh lebih mahal dibandingkan dengan jenis  premium, tidak ada salahnya kalau  kita mengenal keunggulan dari bahan bakar bensin jenis pertamax yang akhir-akhir  ini  menuai pro dan  kontra dari kalangan  masyarakat yang katanya terlalu mahal. Jika dilihat dari sisi harganya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa harga pertamax  memang tergolong  mahal bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah.  Akan  tetapi tahukah anda keuntungan  jika anda menggunakan bahan bakar bensin jenis pertamax  bagi kendaraan pribadi anda dan lingkungan sekitar ?. berikut akan  penulis uraikan beberapa manfaat yang bisa anda peroleh bagi kendaraan  pribadi anda dan lingkungan sekitar jika anda menggunakan bahan bakar bensin jenis pertamax. Pertama, bensin jenis pertamax ini merupakan bahan  bakar  bernilai oktan lebih tinggi dari pada premium. Pengertian nilai oktan itu sendiri  menurut Ibu Dian Novita, ST, M.Pd dosen jurusan kimia UNESA adalah “ ukuran kemampuan suatu bahan bakar dalam  mengatasi ketukan ketika terbakar dalam  mesin “ . Selain itu beliau juga mengutarakan  bahwa “ pertamax merupakan  bahan bakar yang  mempunyai isooktana yang lebih besar dari  pada premium. Semakin besar isooktana yang dimiliki suatu bahan bakar maka anti ketukannya  juga akan semakin besar, hal ini menimbulkan knocking  pada mesin berjalan lambat sehingga pergerakan piston juga akan lambat. Karena itulah bahan bakar tersebut tidak mudah terbakar sehingga dapat menghemat penggunaan  bahan bakar “. Jika kita tinjau dari segi keramahan lingkungan, bahan bakar pertamax dapat mengurangi emisi gas Carbon Monoksida ( CO ), resiko apabila kita menghirup gas CO kita akan merasakan pusing, mual, atau bahkan bisa menimbulkan  kematian apabila kita menghirup gas CO terlalu banyak. Gas CO  ini ditimbulkan akibat pembakaran tidak sempurna yang terjadi  pada mesin kendaraan bermotor.  Oleh  sebab itu  jika kita menggunakan bahan bakar pertamax,  resiko pembakaran tidak sempurna pada mesin sangatlah  kecil. Keunggulan  yang lainnya dari bahan bakar jenis pertamax adalah bebas timbal (wikipedia). Apabila suatu  bahan  bakar yang di dalamnya mengandung timbal, maka bahan bakar tersebut sangat beresiko terhadap pencemaran lingkungan. Pencemaran yang diakibatkan timbal dapat menurunkan  kualitas kecerdasan anak-anak.  Penelitian menunjukkan bahwa timbal yang terserap oleh anak, walaupun dalam jumlah  kecil, dapat menyebabkan gangguan pada fase awal pertumbuhan fisik dan mental yang kemudian berakibat pada fungsi kecerdasan dan kemampuan akademik  ( FishyForum.com ). Oleh karena itu jika kita menggunakan bahan bakar pertamax yang bebas timbal maka kita akan menyelamatkan generasi penerus bangsa dari bahaya timbal yang diakibatkan oleh pencemaran udara kendaraan bermotor. masih banyak keuntungan lainnya apabila kita menggunakan bahan bakar pertamax, selain ramah lingkungan juga membuat  mesin kendaraan kita awet karena residu yang menempel pada mesin  sangatlah kecil, hal ini disebabkan terjadinya pembakaran sempurna pada mesin. Semoga dengan membaca tulisan ini, penulis berharap agar kita para pengguna kendaraan bermotor mengetahui dibalik mahalnya harga bahan bakar bensin jenis pertamax ternyata banyak  manfaat yang bisa kita peroleh apabila kita menggunakan bahan  bakar tersebut untuk kendaraan kesayangan kita. manfaat tersebut tidak hanya untuk diri kita, tetapi juga untuk mesin kendaraan  kita, lingkungan sekitar dan juga anak-anak generasi penerus bangsa.

RAHIL LA SALEH
Mahasiswa Fisika
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

CERPEN


HARMONY BECAUSE OF THE WASTE

Silauan mentari memudarkan bunga tidur yang sedang mengelabuhiku. Tiba-tiba terdengar suara ibu yang sedang memanggil namaku dari balik pintu kamarku. “ Rahil . . . . bangun nak udah siang . .” .  Akupun terbangun dan bergegas untuk mandi karena hari ini aku ada ujian matakuliah yang dosennya dibilang killer oleh teman-temanku. Jam menunjukkan pukul 06.00  pagi, akupun langsung bergegas menuju kampus. Ketika aku keluar rumah dan melihat jalan-jalan di kampung rumahku begitu memprihatinkan. Sampah – sampah berserakan dipinggir jalan dan aku merasa bahwa warga sekitar rumahku tidak ada kepedulian dalam menjaga kebersihan lingkungan. Bahkan pagi-pagi gini sudah ada yang ribut gara-gara sampah. Akupun terheran melihat kondisi yang terjadi di kampungku. Padahal sudah sering terjadi banjir di kampungku tapi warganya tetap saja membuang sampah sembarangan.  Aku sebagai mahasiswa yang sedang mendalami ilmu lingkunganpun merasa miris akan hal ini. Sepintas tersirat dalam fikiranku untuk bisa menanggulangi sampah yang berserakan dan tidak terurus itu. Sejenak aku tinggalkan masalah sampah yang ada di kampungku dan segera aku menuju kampus karena jam sudah mendekati pukul 07.00.   sesampai di kampus aku langsung menuju ke ruangan kuliah dimana akan diadakan ujian. Jam sudah menunjukkan pukul 07.15 dan dosennya belum datang juga. Tiba-tiba datang  Asdos keruangan kuliahku dan mengumumkan bahwa dosen yang bersangkutan tidak bisa hadir hari ini dikarenakan pergi ke luar kota sehingga ujian hari ini ditunda dan  aku diberikan tugas selama dua bulan untuk melakukan kegiatan penaggulangan sampah yang ada di masyarakat. Kebetulan tugasnya sesuai dengan apa yang aku lihat tadi pagi. sampah-sampah di kampungku tidak ada yang ngurus dan pastinya sampah-sampah itu akan menjadi sasaran empuk untukku. sepulang kuliah aku mengajak teman-teman kelompokku yang terdiri dari 5 orang untuk berdiskusi masalah tugas yang diberikan oleh dosenku tadi. Akupun mengungkapkan ideku, “ teman-teman, gimana kalau kita ngadakan kegiatan penaggulangan sampah ini di kampungku ? “.
“ kenapa harus di kampungmu hil ?” celetus dian teman perempuanku yang selalu ngoment ide dari teman-temannnya.
“ soalnya sampah-sampah di kampungku kondisinya sangat memprihatinkan, masyarakat di kampungku kurang peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar, aku berencana mengajak kalian semua untuk survey ke tempatku, jadi kalian bisa tau kondisi realnya gimana” jawabku.
Karena mereka juga belum punya referensi tempat untuk kita melakukan kegiatan itu maka mereka setuju dengan usulanku dan kitapun sepulang kuliah langsung menuju ke kampungku. Dan ternyata sesampai di sana mereka terkejut dengan kondisi yang ada.
“ OH My God . .  sungguh ironis sekali kampungmu hil “, ungkap si Fina temanku yang paling rajin di kelas ketika melihat bak sampah di pinggir jalan yang berserakan dengan sampah-sampah rumah tangga.
“ santai Fin gak usah ekspresif banget melihatnya, please dech . . “, sahutku.
 Akupun langsung mengajak teman-temanku untuk berkeliling melihat kondisi kampungku yang begitu memprihatinkan.
 “ nah gimana teman-teman kalian kan sudah melihat sendiri kondisi realnya, pasti kalian pedulikan dengan hal ini ?, kalau menurut kalian masih kurang cocok dengan kampungku yang akan dijadikan tempat kegiatan kiita ya monggo silahkan.” Jelasku kepada teman-teman.
“ gak hil, menurutku cocok banget untuk dijadikan sasaran kegiatan kita dan kampungnya pun  dekat dengan rumahmu, jadi kalau kita butuh apa-apa gampang gak kerepotan”, usul Angga ketua kelasku.
“ iya-iya aku setuju sama dirimu ngga, kan kalau kita laper nanti gak perlu repot-repot . . hehehehehe . .. “. Celetus Sari teman kelompokku yang cerewet.
“ okelah, kalau kalian semua setuju kita ngadakan kegiatannya di sini aku sih senang-senang saja, malah aku berterima kasih kepada kalian semua yang telah bersedia membantu ku untuk menyadarkan masyarakat akan kebersihan lingkungan di kampungku ini, oh ya kapan kira-kira kita mulai kegiatannya ? ”, paparku kepada teman-teman.
“minggu depan gimana teman, soalnya minggu ini aku ada acara syukuran di rumah, biasa calon ibu-ibu kan harus bantu-bantu kalau ada acara gituan”, celetus si Sari sambil tersenyu-tersenyum yang gak jelas.
Tidak hanya Sari yang gak bisa minggu ini, dian sama fina pun juga begitu. Jadi aku sama angga mengalah untuk mengikuti kemauan mereka yang ingin mengadakan kegiatan minggu depan. Sebelum kegiatan itu dimulai kami pun mempersiapkan segala keperluan kegiatan mulai dari menghubungi Pak RT sampai ke kepala kelurahan dan syukurnya Pak Lurah mengizinkan kita untuk mengadakan kegiatan di kampungku itu. Tidak hanya itu saja kami juga mendatangi ketua karang taruna setempat agar pemuda dan pemudi kampungku bisa membantu memperlancar kegiatan yang kami adakan. Tak lupa juga kami menyebarkan undangan kepada seluruh masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang kita adakan.  Hari demi haripun silih berganti, hari dimana aku dan teman-teman sepakat untuk mengadakan kegiatan penanggulangan sampah pun tiba. Dalam agenda hari ini diawali dengan kegiatan kerja bakti bersih-bersih lingkungan kampung dan syukurlah dalam kegiatan bersih-bersih kampung ini antusias warga cukup tinggi. Saya merasa terharu ketika seorang bapak-bapak datang membawa cangkul dan memberikan semangat kepadaku,
“ ayo nak, saatnya yang muda yang bergerak. Begini seharusnya pemuda itu harus punya kepedulian terhadap kondisi sekitar “.
“iya pak, syukurlah bapak dan para warga bisa barpartisipasi dalam kegiatan yang kita adakan, ya semoga saja dengan kegiatan bersih-bersih ini kampung kita bisa terlihat indah, bersih dan nyaman pak”, sahutku .
Selama satu jam lebih aku, teman-temanku dan para warga kampungku beserta pengurus desa bersih-bersih lingkungan kampung. Dalam kegiatan bersih-bersih ini tak lupa juga kita mengumpulkan sampah-sampah yang sukar di uraikan oleh tanah. Sampah-sampah plastik kita pisahkan untuk kita daur ulang sehingga bisa mengurangi pencemaran tanah akibat sampah plastik yang sukar diuraikan oleh tanah. Dan ternyata dari hasil pengumpulan sampah tersebut, aku dan teman-teman mengumpulkan sampah plastik yang banyak banyak jumlahnya.  Sampah-sampah ini akan kita daur ulang untuk kita jadikan barang jadi yang mempunyai nilai ekonomis. Awalnya aku dan teman-teman kurang yakin dengan ide ini. Berhubung kita semua punya kemauan yang sama untuk bisa berkreasi menciptakan sesuatu yang unik dari sampah-sampah yang sudah tidak terpakai, maka kita nekat untuk belajar mengenai hal itu. Di hari pertama kegiatan yang kita adakan. Aku dan teman-teman sudah mengumpulkan sampah-sampah plastik yang siap untuk diolah. Sampah-sampah plastik itu langsung aku bawa ke rumahku untuk diolah di sana. Sore harinya setelah istirahat siang, kita mulai untuk bekerja. Referensi barang-barang jadi yang kita peroleh dari internet pun kita kumpulkan dan kitapun memulai untuk berkreasi. Aku kebagian untuk membuat sandal, dian dan sari membuat dompet, fina membuat tas dan angga membuat sajadah.  Awalnya kita kesulitan untuk memualai dalam pengerjaanya. Mungkin karena semangat kita yang besar untuk bisa membuat sesuatu yang baru maka awalnya yang bagi kita sulit dikerjakan akhirnya bisa diselesaikan walaupun hasilnya gak persis seperti di contoh. Gak terasa sudah 4 jam aku dan teman-temanku membuat pernak-pernik itu. Kami pun mengumpulkan pekerjaan kami. Dan ternyata angga yang kebagian membuat sajadah, sajadahnya belum selesai. Aku, sari, dian dan fina pun turut membantu angga untuk membuat sajadah agar cepat selesai. Kita kesulitan dalam mngerjakan sajadahnya, apalagi jika sari yang membantu pasti berantakan karena dia anaknya sangat kasar dalam mengerjakan sesuatu. Dan akhirnya berkat kekompakan kita dalam mengerjakannya sajadahnya pun selesai. Di sela-sela kepenatan kita setelah mengerjakan sajadah yang begitu ruetnya, tiba-tiba terdengar suara pak lurah.
“ Assalamualaikum mas rahil . . “, sahut pak lurah kepadaku.
“ wa’alaikum salam bapak”, jawabku dengan muka yang berseri-seri menyambut kedatangan pak lurah. Aku dan teman-temankupun bersalaman dengan pak lurah.
“ gimana mas Rahil, sampah-sampah plastik tadi mau mas Rahil jadikan apa ?”, tanya pak lurah kepadaku.
Sari pun langsung merespon pertanyaan pak lurah, “ ini pak udah kami buat sajadah, dompet, tas dan sandal”.
Saya pun tersenyum melihat gaya sari yang centil sambil menunjukkan hasil karya kita.
“ wah hebat-hebat, terus barang-barang ini mau diapain mbak ?” tanya pak lurah kepada Sari.
“ ini nanti pak mau kita ajarkan kepada warga kampung ini khususnya bagi para pemuda dan pemudi kampung ini agar bisa mebuat barang-barang unik dari sampah-sampah plastik, jadi biar sampah plastiknya tidak dibuang begitu saja, kan sayang pak kalok sampah plastiknya dibuang gitu aja padahal kan bisa kita jadikan lahan untuk mencari rezeki, hehehehe . . . “, jawab si Sari dengan gaya yang tengengel.
“ ow begitu ya mbak, wah hebat kalian pemuda-pemudi harapan bangsa yang bisa berfikir cerdas, saya sebagai pak lurah di sini tidak pernah memikirkan akan hal itu”, puji pak lurah kepadaku dan teman-teman.
Setelah berbincang-bincang beberapa menit pak lurahpun berpamitan untuk pulang ke rumah karena ada urusan. Kitapun melanjutkan untuk membereskan sisa-sisa sampah yang kita jadikan pernak-pernik tadi. dan selanjutnya teman-teman berpamitan untuk pulang. Akhirnya hari pertama dalam kegiatan kita pun selesai.
Keesokan harinya ketika di kampus kami memikirkan bagaimana untuk bisa membuat pernak-pernik yang telah kita buat untuk bisa terlihat lebih menarik lagi. Ide brilian muncul dari otak Sari, “ REK, aku punya teman anak kesenian, anaknya itu pandai dalam membuat kerajinan tangan apalagi dari bahan-bahan sampah plastik yang seperti kita buat.  kemarin dia udah aku omongin masalah kegiatan kita dan dia bersedia membantu kita, gmana apakah kalian mau ?”.
“ wah bagus sar, ya kita sih mau-mau saja malah senang sekali kalau temanmu itu bisa membantu kita”, jawabku.
“ sip, kalau kalian memang mau, ya sekarang tak hubungi dia agar nanti sore dia bisa ikut kita untuk ngerjakan misi kita, gimana ?”, tanya Sari kepada teman-teman.
“ oke gak masalah “, celetus si Fina.
            Sore harinya setelah pulang kuliah kita pun langsung menuju ke rumahku untuk mengerjakan daur ulang sampah yang masih belum selesai. Sesampai di rumah kita langsung mempersiapkan perlengkapannya dan teman sari anak kesenian yang bernama Doni itupun langsung mengajarkan kepada kita bagaimana membuat pernak-pernik yang unik dan mempunyai nilai jual. Dengan sabar Doni mengajarkan kepada kita dan berbekal mesin jahit punya ibuku yang sudah tua. dengan telaten kita mengerjakan sampah-sampah plastik itu agar bisa menjadi barang-barang yang mempunyai nilai jual. Setelah berlatih hingga malam hari akhirnya kita bisa menghasilkan parnak-pernik seperti sandal, tas, dompet, sajadah dengan hasil yang lebih baik dari yang sebelumnya. Setelah kita bisa mendaur ulang sampah menjadi barang jadi, aku dan teman-teman berencana untuk membagikan ilmu yang kita dapatkan dari Doni, teman Sari yang mahir dalam membuat pernak-pernik dari sampah kepada warga khususnya untuk para pemuda dan pemudi kampungku yang mana kebanyakan dari mereka adalah pengangguran. Kami berencana untuk memaksimalkan kemampuan kita dalam mendaur ulang sampah plastik selama satu minggu sehingga kita nanti ketika mengajarkan kepada warga tidak asal-asalan. Selama seminggu kita berusaha mengasah kreatifitas agar kita benar-benar mahir dalam brekreasi. Aku terharu melihat semangat teman-teman kelompokku yang luar biasa dalam menjalankan misi kita ini. Bahkan temanku Fina, sampai jatuh sakit akibat sering ngelembur malam untuk berlatih. Walaupun demikian, teman-teman tetap bekerja profesional yang ditunjukkan ketika hari pelaksanaan tiba, aku dan teman-teman siap untuk mengamalkan ilmu kepada warga kampungku agar bisa mengangkat kehidupan ekonomi mereka. Seminggu sudah kita lewati untuk berlatih bersama. Aku dan teman-teman mengundang warga, pemuda-pemudi, untuk datang ke balai kantor kelurahan. hari pertama dalam kegiatan pelatihan untuk membuat kerajinan tangan dari sampah plastik, warga kurang antusias dalam mengikuti kegiatan yang kita adakan. Pada hari pertama ini tidak lebih dari 15 orang yang datang pada kegiatan yang kita adakan dan itupun perempuan semuanya. Padahal yang kita undang lebih dari 40 orang. Walaupun demikian aku dan teman-teman tetap semangat dalam menjalankan kegiatan ini. Di hari pertama ini aku dan teman-teman mengajarkan kepada pemudi-pemudi yang datang itu tentang bagaimana mengolah sampah plastik menjadi barang jadi yang mempunyai nilai jual sehingga bisa menambah pundi-pundi ekonomi kita. Disela-sela kita mengajarkan ke mereka, kita juga memotivasi mereka agar mempunyai semangat untuk bisa berkreasi dan bisa berwirausaha sendiri. Kami juga memotivasi kepada mereka agar tidak bergantung kepada orang lain. Hari pertama, kedua dan ketiga kita lalui. Syukurlah peserta pelatihan yang kita adakan sampai hari ketiga ini tetap 15 orang. Saya terharu melihat semangat pemudi-pemudi itu yang tekun dan antusias dalam mengikuti pelatihan yang kita adakan. Di hari keempat pelatihan aku terkejut melihat penambahan peserta menjadi 20 orang. Aku dan teman-teman merasa terharu, gembira dan antusias dalam menyambut peserta yang baru bergabung pada kegiatan kita. Walaupun ke lima orang tersebut ketinggalan dengan kelima belas teman yang lainnya. Kita tetap mengajarkan mereka dari awal.
            Tidak terasa pelatihan yang kita adakan setiap sore sudah berjalan 2 minggu. Kini teman-teman kampungku yang mengikuti pelatihan daur ulang sampah plastik sudah mahir dalam membuat pernak-pernik yang mempunyai nilai jual. Setelah pelatihan ini selesai, aku dan teman-temanku mengajak pemudi-pemudi yang mengikuti pelatihan untuk bisa tetap bergabung bersama kita dalam komunitas pecinta lingkungan di kampungku. Dan syukurlah mereka mau tetap bergabung bersama kita.  Dalam komunitas ini kita  bergerak dalam  menggagulangi sampah plastik agar bisa kita jadikan barang-barang unik, pernak-pernik yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu dalam menanggulangi sampah non plastik, aku dan teman-temanku meminta bantuan ke dinas kebersihan untuk bisa memberikan komposter kepada warga kampungku. Dan dari dinas kebersihanpun  bersedia untuk membantu niat baik kita.  Alhamdulillah 15 komposter dikirimkan oleh dinas kebersihan ke kampungku. Hal ini disambut antusias oleh warga. Kelimabelas komposter itu dibagi rata oleh pak lurah di seluruh penjuru kampung. Tidak lupa juga kita memberitahukan kepada pak lurah dan para warganya tentang penggunaan komposter ini. Atas dukungan dari pak lurah dan seluruh warga kampungku, kini kampung halamanku sudah tidak seperti kampung yang penuh sampah melainkan kampung halaman yang bersih dan warganya peduli terhadap kebersihan lingkungan. Para warga yang dulunya membuang sampah sembarangan, kini sudah sadar untuk tidak melakukan hal itu.  kini para warga membuang sampah non plastik seperti sayur-sayuran, sampah sisa makanan di komposter yang telah disediakan. Berawal dari sampah yang dulunya para warga sering sekali bermasalah dengan sampah mulai dari penyakit, banjir bahkan pernah suatu kejadian di kampungku terjadi pertikaian dan perkelahian hebat akibat pembuangan sampah sembarangan.  Tapi saat ini masyarakat di kampungku, gara-gara sampah mereka lebih peduli dengan kebersihan lingkungan. Gara-gara sampah mereka bisa menambah uang penghasilan, karena berkat pelatihan yang aku adakan bersama teman-temanku kini kawulah muda di kampungku mempunyai kesibukan untuk mengolah sampah plastik menjadi pernak-pernik yang mempunyai nilai jual. Saat ini aku dan teman-temanku mulai mempromosikan produk-produk olahan sampah buatan warga kampungku baik melalui omongan ke teman-teman kuliah, lewat dunia maya seperti Facebook, witter dan blog. Semoga dengan usaha yang telah aku gagas bersama teman-temanku ini bisa menciptakan kerukunan di kalangan warga kampungku dan bisa menciptakan perdamaian dan persaudaraan diantara mereka.  Jayalah Indonesiaku dan Jayalah Negeriku.

Rahil La Saleh
Mahasiswa Fisika
Universitas Negeri Surabaya