The State University of Surabaya

For further information, please visit www.unesa.ac.id

Surah Al-Ashr : 2

Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi

RAHIL LA SALEH

Kadang masalah adalah sahabat terbaikmu. Mereka membuatmu jadi lebih kuat, dan menempatkan Tuhan di sisimu yg paling dekat

Thomas Alfa Edison

Jangan kecewa apabila hasil yang diperoleh tidak seperti yang diharapkan, Percaya bahwa semuanya adalah kesuksesan, bukan kegagalan. Mengapa saya punya banyak kesuksesan? saya tahu banyak usaha yang gagal.

Blogroll

Kamis, 27 Desember 2012

Cerita Motivasi Kerja : Kisah Si Penebang Pohon


Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin. 
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang pohon. 
Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”. 
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil dirobohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikan?” pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi. 

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, “Kapan terakhir kamu mengasah kapak?” 
“Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga”. Kata si penebang. 

“Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. 
Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!” perintah sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak. 
Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !

Penulis : Andrie Wongso

Rabu, 26 Desember 2012

MOTIVASI


Keseimbangan Hidup


Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel karena merasa keluarga tidak lagi mendapat waktu dan perhatian yang cukup dari si suami. Orang tua dan keluarga besar, bahkan menganggapnya sombong dan tidak lagi peduli kepada keluarga besar. Tuntutan pekerjaan membuatnya kehilangan waktu untuk keluarga, teman-teman lama, bahkan saat merenung bagi dirinya sendiri.
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"


Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"
Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".
"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".


PENDIDIKAN KARAKTER

Realisasi Pendidikan Karakter Sulit karena Minim Teladan
Penulis : Ninok Leksono | Rabu, 26 Desember 2012 | 10:03 WIB




SEMARANG, KOMPAS.com - Banyak kalangan menyadari bahwa intoleransi dan sikap-sikap buruk lain yang tidak konstruktif bagi persatuan bangsa harus ditanggulangi. Caranya pun, termasuk yang melalui jalur pendidikan, telah banyak diketahui. Namun, hal itu tak mudah direalisasikan karena adanya sejumlah hambatan.


Benang merah itu muncul dari Seminar Nasional Pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan 50 Tahun Keluarga Eks Kolese Loyola (KEKL) di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/12). Acara yang didukung Kompas dan Penerbit Kanisius ini menampilkan tiga pembicara, yakni Rm Mudji Sutrisno dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta; Rm Paul Suparno dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta; dan Edmund Sutisna, alumnus yang berkiprah di Yayasan Pendidikan Jaya, Jakarta. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro yang dijadwalkan tampil sebagai pembicara kunci berhalangan dan diwakili Staf Khusus Alex Wijoyo.

Di satu sisi Indonesia sangat membutuhkan sejumlah karakter untuk menjadi kokoh dan maju, antara lain multikultural, menghargai pribadi manusia, adil, jujur, disiplin, punya daya tahan, dan taat pada hukum. Yang pertama, terkait dengan kerisauan Mudji Sutrisno melihat gejala intoleransi yang akhir-akhir ini merajalela.

”Namun, upaya untuk menanggulanginya sulit karena kemajemukan sering dipandang sebagai ’sudah ada dari sononya’, hingga abai dirawat (taken for granted),” tutur Mudji.

Sementara menurut Paul, melalui pendidikan, siswa bisa diajarkan menghargai perbedaan melalui tinggal bersama dengan komunitas berbeda (live in), dan kemudian merefleksikannya. Namun, pendidikan untuk memajukan karakter lain seperti keadilan, kejujuran, taat pada hukum diakui juga tidak mudah. Hal ini karena ada sejumlah hambatan, misalnya saja karena kurangnya teladan tokoh masyarakat yang berkarakter baik (bahkan yang sering diberitakan adalah tokoh yang berkarakter kebalikan dari yang dibutuhkan).

Dalam acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin yang mewakili Wali Kota Semarang ini, Menteri Pertahanan menyatakan, penetapan tanggal 19 Desember sebagai Hari Bela Negara meniscayakan keterlibatan bukan saja militer, melainkan juga nonmiliter untuk mewujudkan sistem pertahanan semesta. Yang dibutuhkan di sini adalah sosok pribadi yang terampil, disiplin, dan ulet. (nin)



KISAH ISLAMI



BEBAS DARI TUDUHAN MENCURI, SEORANG LELAKI KRISTEN PUTUSKAN UNTUK MASUK ISLAM

December 25, 2012 · by aan · in 







Minggu lalu, vonis bebas dari tuduhan mencuri yang diputuskan hakim pengadilan negeri kota Abha, Arab Saudi, menggerakkan hati seorang imigran India yang beragama Kristen untuk memeluk agama Islam.
Lelaki India yang tidak disebutkan namanya itu ditangkap aparat keamanan atas tuduhan pencurian yang dilaporkan oleh warga setempat. Dia lalu disidangkan di pengadilan negeri Abha. Setelah mempelajari berkas perkaranya, hakim tidak menemukan bukti apapun terkait tuduhan pencurian yang dialamatkan kepada dirinya, dan mengatakan bahwa tindakan orang yang melaporkannya ke kepolisian adalah tindakan yang sewenang-wenang.
Hakim memutuskan untuk membatalkan kasus ini dan memerintahkan agar terdakwa dibebaskan dari semua tuduhan karena tidak ditemukan bukti yang meyakinkan laporan penggugat.
Setelah persidangan berakhir dan pengunjung keluar dari ruang sidang, lelaki India itu meminta pegawai kantor pengadilan agar dirinya dipertemukan dengan hakim yang menjatuhkan vonis bebas terhadap dirinya. Hakim pun keluar ruangan untuk menemuinya. Tak dinyana, dia mengutarakan keinginannya untuk memeluk agama Islam.
Lelaki India ini menuturkan, ketika menghadiri pengadilan dia yakin hakim akan menjatuhkan hukuman yang berat kepada dirinya. Namun, alangkah terkejutnya dia, ternyata sang hakim membebaskannya. Dia percaya bahwa vonis bebas ini mencerminkan sikap toleransi dan keadilan dalam agama Islam.
Sang hakim menanggapi keinginan lelaki India ini dan menuntunnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan pengunjung dan pengawai kantor pengadilan yang diliputi perasaan bahagia atas keislamannya.

BEM JURUSAN FISIKA 2012



Ketika saya masih sekolah menangah atas di SMAN 3 KARIMUN, saya sudah mulai mengikuti kegiatan OSIS. bagi saya organisasi merupakan bumbu dalam karir saya. tanpa organisasi ibarat nasi tanpa lauk. saya sangat senang bersosialisasi dengan sesama teman karena hakekatnya kita dilahirkan bukan sebagai makhluk individu tapi sebagai makhluk sosial. melalui organisasi banyak yang dapat saya peroleh salah satunya adalah softskill, mulai dari public speaking, manajemen diri dan orang lain dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. ketika saya menginjak perguruan tinggi saya bergabung di keluarga besar BEM Jurusan Fisika Unesa. di tahun pertama saya terpilih sebagai Staf Departemen Sumber Daya Mahasiswa (SDM) dan kemudian di tahun kedua berkat rahmat Allah SWT dan dukungan dari teman-teman Jurusan Fisika Unesa, saya dipilih menjadi Wakil Ketua BEM Jurusan Fisika Unesa 2012. inilah berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh keluarga besar Ormawa Jurusan Fisika Unesa selama tahun 2012 :


PORJUR ( PEKAN OLAH RAGA JURUSAN )
Program Kerja dari Departemen Bakat dan Minat ( BAKMI )







Rakor Formasi ( Rapat Koordinasi Forum Mahasiswa Fisika Jawa Timur )
Program Kerja Dari Departemen Hubungan Masyarakat ( HUMAS )
Untuk kegiatan yang lainnya menyusul ya . . .